bulan ini bulan berburu sekolah baru. para orang tua yang memiliki anak usia sekolah berlomba-lomba memburu sekolah untuk tempat ‘menitipkan anak’ sehari-hari. demikian juga yang terjadi pada kami. tapi kalau dikatakan berburu pada sekarang-sekarang ini, sepertinya sudah terlambat. teman-teman papie di kantor sudah mendaftarkan anaknya bersekolah. kebetulan abang aji ditargetkan untuk masuk sekolah dasar tahun ini. oleh karena itu yang menjadi standar penelisikan adalah teman-teman yang akan menyekolahkan anaknya ke sekolah dasar.
masih menjadi keraguan bagi kami untuk menyekolahkan abang aji ke bangku sekolah dasar. pada tahun ini usia abang aji masih lima tahun. baru pada januari 2011 beranjak ke usia enam tahun. dan sepertinya, sekolah abang aji di sekolah taman kanak-kanak sudah mulai membosankan bagi abang aji.
mamie juga ‘ngebet’ untuk menaikkan jenjang pendidikan abang aji dari sekolah taman kanak-kanak menjadi sekolah dasar. padahal secara peraturan, usia minimal anak saat masuk sekolah dasar adalah tujuh tahun. …bagaimana ini…..
terpaksa cerita masa lalu. saat sekolah dasar, papie masuk pada usia lima tahun. pertimbangannya adalah papie sudah ‘pintar’ membaca dan menulis. kembali ke peraturan yang diterapkan untuk batas minimal anak usia sekolah dasar, ternyata bertimbangkan pada penelitian secara psikologis. mungkin untuk kepintaran secara akademik seorang anak sudah mampu untuk duduk di bangku sekolah dasar. tapi secara psikologi, seorang anak belum siap untuk berada pada jenjang dan komunitas yang membutuhkan kekhususan bagi anak usia tertentu.
kalau diperhatikan lagi, anak jaman sekarang mendapatkan pelajaran yang ternyata sangat-sangat ‘berat’ menurut papie. bayangkan, masih taman kanak-kanak saja sudah mendapat pekerjaan rumah yang rumit-rumit. akhirnya yang mengerjakan orang tua muridnya. sementara anaknya, pulang sekolah langsung main. pulang main langsung main. di rumah cuma makan, minum, minta jajan dan tidur waktu malam. pekerjaan rumah….. khan ada papie dan mamie yang ‘ngerjain’ (alah).
papie sih, berpikir, anak usia seperti abang aji memang saat yang tepat untuk mengaktualisasi diri dengan bermain. bukan belajar yang rumit-rumit. tapi selebihnya papie serahkan kembali pada seleksi alam. jika ada jodoh bersekolah dasar tahun ini tidak apa-apa. kalau tidak mampu ikut pelajarannya, paling tidak naik kelas. tapi kalau tidak dapat sekolah dasar, papie sudah berancang-ancang untuk menyekolahkan abang aji secara home schooling. beberapa program yang sudah terancangkan di benak papie adalah : sekolah bola, mengaji, ikutan martial art dan kalau bisa privat bahasa inggris dan matematika.