sekolah dasar

akhirnya, walau usia belum masuk enam tahun abang aji masuk SD. ceritanya begini : kebetulan mamie sudah tidak bekerja lagi, dan jika selama ini kami tinggal di rumah mbah di Kemayoran, kami pikir tidak akan mungkin mandiri. oleh karena itu, dengan keputusan setengah hati, kami pindah ke Parung.

pindahan belum resmi, karena saat itu kami hanya sekedar menengok rumah yang di Parung karena lama tidak ditempati. ternyata setelah dipikir-pikir, sekalian saja pindah di sini. kebetulan abang aji sudah diwisuda dari taman kanak-kanak, dan belum ketahuan apakah akan diterima sekolah dasar di Kemayoran. jika kembali masuk taman kanak-kanak, pasti abang aji tidak mau. terpaksa cari sekolah dasar. namun hati kamipun tetap belum bisa terima, abang aji masih kecil sekali.

terlintas dalam benak untuk memasukkannya ke home schooling. sudah gogling tapi belum ketemu yang pas di hati.

Dipublikasi di bogor, parung, sekolah | Tag | Tinggalkan Komentar

badminton dimana-mana

lelah kalau menuruti kemauan abang aji. mentang-mentang masih muda, kemampuan fisiknya masih prima dan dalam proses penguatan, kami kedua orang tua yang sudah ‘cukup’ renta ini tertatih-tatih melayaninya.
waktu senang-senangnya main bola, papie dan mamie masih bisa tendang-tendang dikit. tapi ketika tren berubah, abang aji lagi senang dengan bulutangkis, terpaksa kami berdua menguatkan nafas melayani abang aji bermain bulu tangkis.
bermain bulu tangkis lebih menguras tenaga dibanding bermain bola. semua organ tubuh bergerak, maju mundur, kiri kanan. cape dech…
karena tidak ingin menghambat antusiasme abang aji, kami memasukkannya ke tampat pelatihan bulu tangkis. ternyata abang aji senang sekali bermain bulu tangkis. apalagi setelah tahu bahwa tempatnya bermain bulu tangkis memiliki net. jika selama ini bermain dengan papie dan mamie cukup di depan rumah tanpa net, sekarang sudah bisa puas dengan bermain bulu tangkis di lapangan sesungguhnya.
biaya pelatihannya seratus ribu perbulan. tapi setelah beberapa kali ke sana, ketahuan bahwa abang aji tidak mau latihan. maunya langsung main. kalau dipanggil pelatih, dengan segera abang aji mengaku “cape mih…” tapi setelah jam latihan selesai, tetap saja abang aji tidak mau pulang. maunya main terus.
seperti kemarin hari rabu, jadwal latihan mulai pukul 14.00 s.d. 15.30. tapi hingga menjelang maghrib angan aji tidak mau pulang. tetap saja ingin terus bermain bulu tangkis. untung setelah diiming-imingi makan mie ayam, abang aji mau juga pulang.
bagaiman ini……..

Dipublikasi di Uncategorized | 3 Komentar

tahun ajaran baru

bulan ini bulan berburu sekolah baru. para orang tua yang memiliki anak usia sekolah berlomba-lomba memburu sekolah untuk tempat ‘menitipkan anak’ sehari-hari. demikian juga yang terjadi pada kami. tapi kalau dikatakan berburu pada sekarang-sekarang ini, sepertinya sudah terlambat. teman-teman papie di kantor sudah mendaftarkan anaknya bersekolah. kebetulan abang aji ditargetkan untuk masuk sekolah dasar tahun ini. oleh karena itu yang menjadi standar penelisikan adalah teman-teman yang akan menyekolahkan anaknya ke sekolah dasar.

masih menjadi keraguan bagi kami untuk menyekolahkan abang aji ke bangku sekolah dasar. pada tahun ini usia abang aji masih lima tahun. baru pada januari 2011 beranjak ke usia enam tahun. dan sepertinya, sekolah abang aji di sekolah taman kanak-kanak sudah mulai membosankan bagi abang aji.

mamie juga ‘ngebet’ untuk menaikkan jenjang pendidikan abang aji dari sekolah taman kanak-kanak menjadi sekolah dasar. padahal secara peraturan, usia minimal anak saat masuk sekolah dasar adalah tujuh tahun. …bagaimana ini…..

terpaksa cerita masa lalu. saat sekolah dasar, papie masuk pada usia lima tahun. pertimbangannya adalah papie sudah ‘pintar’ membaca dan menulis. kembali ke peraturan yang diterapkan untuk batas minimal anak usia sekolah dasar, ternyata bertimbangkan pada penelitian secara psikologis. mungkin untuk kepintaran secara akademik seorang anak sudah mampu untuk duduk di bangku sekolah dasar. tapi secara psikologi, seorang anak belum siap untuk berada pada jenjang dan komunitas yang membutuhkan kekhususan bagi anak usia tertentu.

kalau diperhatikan lagi, anak jaman sekarang mendapatkan pelajaran yang ternyata sangat-sangat ‘berat’ menurut papie. bayangkan, masih taman kanak-kanak saja sudah mendapat pekerjaan rumah yang rumit-rumit. akhirnya yang mengerjakan orang tua muridnya. sementara anaknya, pulang sekolah langsung main. pulang main langsung main. di rumah cuma makan, minum, minta jajan dan tidur waktu malam. pekerjaan rumah….. khan ada papie dan mamie yang ‘ngerjain’ (alah).

papie sih, berpikir, anak usia seperti abang aji memang saat yang tepat untuk mengaktualisasi diri dengan bermain. bukan belajar yang rumit-rumit. tapi selebihnya papie serahkan kembali pada seleksi alam. jika ada jodoh bersekolah dasar tahun ini tidak apa-apa. kalau tidak mampu ikut pelajarannya, paling tidak naik kelas. tapi kalau tidak dapat sekolah dasar, papie sudah berancang-ancang untuk menyekolahkan abang aji secara home schooling. beberapa program yang sudah terancangkan di benak papie adalah : sekolah bola, mengaji, ikutan martial art dan kalau bisa privat bahasa inggris dan matematika.

 

Dipublikasi di anak mamie, parung, sekolah | Tag , | 2 Komentar

Tidak lebih pintar dari anak TK

Sabtu 1 Mei 2010 adalah hari bersejarah untuk papi, karena hari itu mendapat kejutan yang memusingkan. Bermula saat hari sebelumnya mendapat pesan dari mami bahwa pada hari Sabtu abang aji harus datang ke sekolah untuk tambahan pelajaran matematika. Papi tidak mendapat firasat apa-apa. Dengan senang hati papi mengantar abang di hari Sabtu. Pukul 07.30 kami sudah sampai di sekolah abang aji. Padahal diminta datang pukul 08.00. saking semangatnya, sekolah masih tutup abang aji sudah datang.

Mulanya biasa saja, papi menunggu abang aji di atas motor. Tapi perasaan tidak enak, akhirnya papi datangi kelas, ternyata yang belajar adalah orang tua dari anak-anak. Tentu saja papi bingung. Bukan apa-apa, matematika bukan pelajaran pavorit. Guru abang aji menginginkan para orang tua murid mengerti dengan sistem pembelajaran matematika yang dianggap memudahkan agar di rumah bisa mengajarkan anak-anak, tidak hanya di sekolah saja.

Pemikiran yang mencerahkan…….

Ini sekelumit pelajaran yang bikin stress…… papi saja stress apa lagi abang aji. Bang..bang memilukan sekali nasibmu. Untung papi sudah tidak sekolah lagi.

.

Jaritmatika à hitungan dengan jari

Teman kecil à apabila dijumlah = 5

+1=+5-4

+2=+5-3

+3=+5-2

+4=+5-1

Tangan kiri = puluhan

5

4 à 1

3 à 2

+ = buka

- = tutup

Teman besar à apabila dijumlah = 10

Tangan kanan = satuan

+1=+10-9

+2=+10-8

+3=+10-7

+4=+10-6

+5=+10-5

+6=+10-4

+7=+10-3

+8=+10-2

+9=+10-1

1 à 9

2 à 8

3 à 7 10

4 à 6

5 à 5

Soal

1.

-1=-10+9

-2=-10+8

-3=-10+7

-4=-10+6

-5=-10+5

-6=-10+4

-7=-10+3

-8=-10+2

-9=-10+1

13+12= 56+23= 11+29=

2. 14+1= 75+13= 13+7=

3. 15+12= 63+12= 25+15=

4. 12+5= 34+13= 32+18=

5. 11+5= 27+31= 41+19=

6. 16+2= 42+54= 33+27=

7. 17+22= 33+21= 52+18=

8. 16+11= 45+12= 66+14=

9. 18+11= 28+20= 74+26=

10. 25+14= 13+24= 13+48=

Kejutan lainnya adalah, ternyata dari sekian orang yang datang, hanya papi seorang yang berjenis kelamin pria. Untuk lebih jelasnya, mari saksikan photo-photo berikut ini….. cekidot

picture0102

picture0103

picture0105

picture0104

picture01071

picture0108

Dengan ini papi mendeklarasikan dengan rasa malu bangga bahwa papi TIDAK LEBIH PINTAR DARI ANAK TAMAN KANAK-KANAK

Dipublikasi di anak mamie, sekolah | Tag , | 5 Komentar

nenek

Nenek masuk rumah sakit. Tapi ini bukan rumah sakit umum, ini adalah rumah sakit khusus menangani mata. Nama rumah sakit ini, Jakarta Eye Center (JEC).

Sudah lama mata nenek sakit. Dan ternyata kedua mata kiri dan kanan mengalami kerusakan. Mata kanan sudah tidak bisa berfungsi karena syaraf-syaraf mata sudah tidak berhubungan (putus) dan tidak bisa regenerasi. Mata kiri hanya kornea saja yang rusak. Dan alhamdulillah menurut dokter masih dapat disembuhkan dengan cara ganti kornea.

Kemarin Rabu 10 Februari 2010. Nenek masuk ruang operasi. Selesai pukul 21.15 malam. Hingga hari ini, sabtu 21 Februari nenek sudah pulang ke rumah dan kelihatannya semua berjalan baik-baik saja. Mudah-mudahan bisa kembali normal. Dokter bilang hanya bisa lima puluh persen. Tapi tidak masalah yang penting tadi nenek bilang sudah bisa melihat tangannya sendiri.

Jika sebelumnya nenek total tidk bisa melihat, maka sekarang sudah bisa walau hanya sebelah kiri saja.

Ini sedikit narsis saat nenek selesai dioperasi. Berhubung tidak bawa kamera, terpaksa photo dengan menggunakan netbook.

picture0003yang ini bareng papie

picture0010yang ini abang aji lagi narsis

picture0048

Dipublikasi di anak mamie | Tag , | 8 Komentar

bertani berkebun

saat ulang tahun yang ke 5 tahun 2010 ini, aji jalan-jalan ke pasir mukti bersama teman satu sekolah. sebenarnya hanya kebetulan sekolah aji mengadakan acara jalan-jalan tanggal 31 Januari, bersamaan dengan ulang tahun. karena itulah tidak ada acara tiup lilin atau nyanyi-nyanyi layaknya pesta ulang tahun. lagi pula papie dan mamie tidak pernah mengadakan pesta seperti itu.

pasir mukti terletak di Bogor Jawa Barat. tepatnya daerah Citeurep. untuk yang belum pernah ke sana, cobalah sekali-sekali. menyenangkan. tapi mahal…..

langsung saja lihat photo-photonya :


ajipasirmukti-2

.

Dipublikasi di bogor, ulang tahun | Tag , , | 5 Komentar

koprol

aji punya akun di koprol. bagi teman-teman yang juga punya akun di sana, add ya……..

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | Tinggalkan Komentar

hal baru

abang aji diajakin papie ke Bogor. ternyata mancing…………..

dapat satu. kecil………..

blogorkopdarmancingjilid3.

blogorkopdarmancingjilid3-1

Dipublikasi di anak mamie, bogor | Tag , | 6 Komentar

panji pecinta reptil

tiba-tiba mamie manggil papie dan abang aji yang sedang nangkring di loteng. “cepat-cepat” katanya. karena penasaran akhirnya kita berdua segera turun. setelah ditunjukkan, kami faham. ternyata ada seekor ular yang masih kecil. mungkin masih bayi.

jadi ingat dengan petualangan si panji yang sering ditonton di televisi. karena sudah terbiasa nonton, dengan segera papie ambil kantong plastik, kemudian memegang ular kecil tersebut pada buntutnya. setahu papie, ular hanya akan mendatangi sumber panas, karena reptil berdarah dingin (cmiiw). jadi mereka mendatangi sumber panas untuk menghangatkan diri. setelah ditangkap papie dan abang aji bermaksud membuang ular tersebut ke sebuah kebun dan persawahan yang berada di pinggir komplek. tapi baru keluar rumah ternyata plastiknya memiliki lubang kecil yang pas dengan tubuh ular. setelah meloloskan diri, ular tersebut masuk selokan di seberang rumah.

rajaalihajiular1.

Dipublikasi di anak mamie, parung | Tag | 6 Komentar

DILEMA

Sungguh aku tak menyangka ini terjadi , disaat aku sedang meliburkan diri ikut orang tua pergi keparung dari kantor tempat mami bekerja mengadakan tour . Sebenarnya sih aku sudah tau akan diajak tour tapi belum tau tanggal dan kapan berangkatnya,namun ketika aku tau beberapa hari  akan berangkat aku sedih bercampur gembira, sedih karena papi tak dapat ikut serta bersama kami, sedih disaat papi ultah harus sendiri menunggu rumah ( maklum ada tukang yang masih harus diawasi kerjanya ), yang biasanya setiap papi ultah kita pergi ke ragunan atau kemana aja dan selalu bertiga.  Inilah dilema yang harus kupilih aku ikut mami atau tetap dirumah bersama papi, mami juga tak akan berangkat jika aku tak ikut , jadi timbang menimbang akhirnya kuputuskan untuk ikut mami pergi ke Taman Matahari untuk yang kedua kalinya, namun tak beserta papi tersayang. Tibalah saat esok akan pergi tour, mami membelikan kue ultah dan hadiah untuk papi, jadi sedih nih besok papi sendirian . Papi janji akan mengantar kita ketempat mami bekerja , benar pagi – pagi aku harus bersiap – siap kalau tidak aku tertinggal. Sampai di tempat mami bekerja ternyata sudah banyak orang disana, tentunya itu teman – teman mami dan keluarganya. Papi langsung pulang ketika kami sudah sampai , kami langsung mencari mobil jatah yang akan kami naiki. Mobil melaju dengan santainya tibalah kami di taman matahari. Senang hatiku dapat bermain bersama teman baru anak teman mami dia pun tak mengajak papinya dalam hatiku senasib dong. Sedang asik bermain hingga tak terasa harus pulang . Karena capek aku langsung tertidur sampai mami membangunkanku karena sudah sampai lagi dikantor mami. Dan ternyata papi sudah menunggu kami untuk menjemput kami pulang.  Ternyata bahagiaku dirasakan papi juga yang tak melepas kaos seragam yang kami pakai. Papi maaf ya lain kali ultah papi pergi bersama lagi.  Sayangnya disana mami dan aku tak menemukan oleh -oleh khusus untuk papi  jadi maaf sekali ya papi  .  Dilema berakhir disini karena sudah malam aku sudah ngantuk dan harus bobo.

Dipublikasi di Uncategorized | 4 Komentar