jalan panjang ke..M.E.R.D.E.K.A..an
Tradisi tahunan yang tidak pernah direncanakan dan disengaja untuk dilakukan adalah ber-tujuhbelasagustus-an di Depok, rumah nenek. Alhamdulillah mbah uti telah pulang ke rumah setelah beberapa minggu dirawat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat. Jadi ada sedikit kelonggaran bagi kami dan abang aji pun sempat bersekolah dengan diantar mbah kung.
Tanggal 15 Agustus, walau tanpa rencana, kami putuskan untuk bermalam di rumah nenek di Depok yang ternyata bertepatan dengan tujuh belasan. Karena hari Sabtu mamie masuk kerja, maka yang berangkat dari rumah adalah papie dan abang aji, berdua saja. Ada rasa malas dalam diri papie bepergian berdua dengan abang aji jika menggunakan motor. Hal ini dikarenakan abang aji kalau sudah nemplok di jok motor dengan segera terlelap, sementara kalau hanya berdua saja naik motor, maka abang aji pasti duduk di depan, karena tidak ada yang memegangi kalau duduk di belakang.
Benar saja, baru saja berjalan sekian meter, atau kalau dibandingkan adalah dari patung kuda dekat gedung Bank Indonesia ke Monas, abang aji sudah menunjukkan gejala bobo. Segera papie mengarahkan motor ke pompa bensin dan isi bensin. Papie tahu, bahwa ini akan menjadi perjalanan yang panjang.
Baru saja beranjak sekian meter gejala yang sama terjadi lagi, segera papie masuk ke pelataran mesjid Matraman. Di sana abang aji marah-marah karena merasa terganggu. Papie tidak memedulikan itu, yang penting abang aji tidak tertidur, karena kalau tertidur, kepalanya yang berat, ditambah helmnya yang besar dan siku-siku tangannya akan sangat mengganggu pergerakan papie dalam mengemudikan motor.
Setelah dibelikan teh botol, abang aji sedikit bersinar. Roda motorpun kembali berputar. Dengan trik diajak bicara abang aji sedikit melupakan kebiasaan tidur di motor, namun tidak berlangsung mulus. Dibutuhkan improvisasi dan inovasi papie untuk membuat abang aji terjaga. Salah satunya adalah menjanjikan untuk makan ikan lele kesukaannya, namun tidak begitu berhasil. Di sekitar pasar minggu banyak dijual buah-buahan di pinggir jalan, papie menawarkan durian yang sangat disukai papie, dibenci mamie karena baunya.
Trik di atas tidak berjalan dengan baik, bahkan tanpa ada gejala, abang aji langsung terlena di sekitaran Tanjung Barat. Segera papi arahkan motor ke tepi jalan pas diseberang stasiun. kebetulan ada tukang air es tebu yang kalau diminum di cuaca panas itu pasti akan sangat menyegarkan. Menepi, menstandarkan motor, dengan abang aji yang masih tertidur, karena takut marah dan kasihan kalau diganggu maka tidak dibangunkan dibiarkan saja. Papie minum air tebu yang dingin menyegarkan, duduk di atas tembok tanah kosong sambil memerhatikan abang aji, takut terjatuh dari motor.
Baru setengah minum, abang aji bangun dan kebingungan mencari papie. Padahal papie berada di jangkauan penglihatannya, namun mungkin karena masih sedikit mengantuk tidak terlihat. Papie biarkan saja sambil tertawa, sampai akhirnya abang aji melihat dan papie mendatanginya untuk turun dari motor. Ajaib, abang aji tidak suka dengan air tebu yang menyegarkan. Untung ada tukang buah lewat, segera dihentikan dan abang aji minta pepaya.
.
.
Setelah makan pepaya, abang aji terlihat segar dan sangat memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan tanpa tertidur.
Alhamdulillah, sampai di rumah nenek dengan selamat.

Agustus 17th, 2009 at 10:01 am
Selamat hari merdeka. Semoga si mbah sehat selalu
selamat sukses
http://suksesterus9.blogspot.com/
Agustus 18th, 2009 at 4:48 am
aduh… bang aji suka tidur di atas kendaraan to? pasti karena kena tiupan angin jadi ngantuk deh…
hmm mesti hati-hati ya kalo di jalanan.
Agustus 18th, 2009 at 12:04 pm
hehe…bangun tidur maem paya seger ya bang… Duh pinter ni abang, tante kasi kado spesial buat abang aji, boleh diambil di blog tante ya..
Agustus 19th, 2009 at 7:02 am
hiahahahaha….. hard work buat papie….cuma pede amat yaa kalo bang Aji bakal suka air tebu hahaha…
kitakan seleranya laen, iya kan bang Aji? D.. hihihi siabang gemesin yaa, itu palanya bulat padat lucuu…
Agustus 19th, 2009 at 9:26 pm
Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Jiwa yang Tenang
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Agustus 21st, 2009 at 12:16 am
aduh bang Aji, maaf yah baru bisa nyambangin kan udah dibilang kalo blognya enggak akrab dengan mini opera enggak bisa datang. nih baru bisa buka pake laptop. salam hangat dari Oca
Agustus 21st, 2009 at 1:45 pm
mohon maaf lahir bathin, selamat menunaikan ibadah puasa, semoga sehat dan berkah.. ^_^
Agustus 22nd, 2009 at 2:41 am
hadddiirrr…
pagi buta mengunjungi sahabat… berharap ada secangkir kopi untuk menghangatkan diri…
hhmmm… sebuah perjuangan panjang neh… tapi ada yang ketinggalan, kenapa nggak sekalian masuk rumah makan pi? barangkali die kan lapeerr…
cu…
Agustus 22nd, 2009 at 6:32 am
Bang aji hari ini puasa ga’ ya? harus bisaa ya? jng maem mulu.. bang aji harus diet dikit yach? uda keliatn gemuknya tw, montok heuheu…
Agustus 22nd, 2009 at 7:15 am
haluuu…
salam kenal =)
: blogwalking :
silakan mampir ke blog saiia…
http://pelangiituaku.wordpress.com/2009/08/17/ibu-pertiwi-janganlah-kau-menangis-kembali/
makasiihh =)
Agustus 22nd, 2009 at 10:57 am
wahhh , ngliatin es yang di atas jok motornya bikin hauss …
kaburr ahh , daripada puasa ane batal …
*nyelonong kabur*
Agustus 22nd, 2009 at 12:10 pm
waah perjalanan yang menyenangkan apalagi bareng buah hati…
selamat ya om….
Agustus 23rd, 2009 at 6:27 am
merdeka memang membutuhkan jalan dan usaha yang panjang, bang.
salam semangat.