sebenarnya tidak sengaja aji datang ke taman wisata matahari ini. saat itu sedang mengisi liburan sekalian tes kekuatan motor yang baru saja di servis besar oleh papie di bengkel resminya. dengan asumsi bahwa tanjakan puncak akan membuktikan sehatnya mesin motor.
langsung saja ke TKP.
taman wisata matahari terletak di puncak jawa barat. aji tidak terlalu faham letak detailnya, namun tidak terlalu jauh dari Gadog. saat menanjak sering-seringlah menengok ke kiri, akan ditemui plang besar yang menunjukkan lokasi taman. aji yakin tidak akan sulit menemukannya.
masuknya bayar Rp. 5.000,- parkir motor bisa di luar atau sebelum bayar di gerbang masuk, bisa juga di dalam. karena baru pertama kali datang, motor di parkir di luar. ketika maasuk, baru sadar bahwa di dalampun ada parkir motor. walaupun merasa aman parkir di luar karena banyak sekali yang parkir, mungkin sekitar dua ratus motor lebih (tidak lebai). namun akan lebih aman dan nyaman lagi kalau parkir di dalam, karena lebih dekat.
kegiatan yang dilakukan di sana ??
pertama naik kuda. mahal Rp. 15.000,- padahal tidak jauh dan cuma sebentar.
.
kemudian naik bombomcar. bayar Rp. 3.000,-
.
setelah selesai satu sesi, aji ingin melanjutkan tapi ternyata semua battery habis alias belum dicas. naik ke atas ada bombomcar lagi. namun harganya mahal Rp. 5.000,- dan harus beli tiketnya di penjualan tiket yang lumayan jauh. aji mah enak, papie yang beliin tiketnya jauh amat nih. tapi tidak apa-apa yang penting senang.

.
dari awal masuk, sebenarnya kami sudah melihat banyak mobil yang dimodifikasi hingga menyerupai hewan. berputar berkeliling taman. sudah ingin naik tapi di mana baru ketemu setelah aji naik bombomcar. letaknya di bawah lokasi bombomcar, namun untuk ke terminalnya tetap harus berputar. sama saja jauh dong. bayarnya lupa, tapi sekitar Rp. 3.000,-an deh. saat mamie beli tiket, aji dan papie yang sedang berdiri dipanggil supir bermobil modifan panda. untung mamie sudah selesai beli tiketnya dan untungnya lagi dapat tempat duduk di depan. jadilah kami bertiga dengan aji dipangku, duduk di depan. tapi sayang tidak ada photonya. tolong jangan disebut hoax yah, namanya juga tidak ada yang photoin.
berikutnya berjalan menyusuri tepi sungai cilliwung, lihat ada bola yang bisa diisi manusia. aji dan mamie ikutan, bayarnya Rp. 5.000,- perorang. karena berdua, jadi &^$^)_(*&^%, nanti aji hitung dulu. “mieh kalau dua orang berapa??”. mamie menjawab “sepuluh ribu bang”. nih lihat photonya siiiiiiip.

.
selesai main air tidak basah, padahal sampai ke tengah sungai. bertigaan menyusuri sungai ke arah atas, ternyata banyak yang mandi di sungai itu. setelah tanya ke abang aji, ternyata dia maunya berenang di sungai itu, tidak mau berenang di kolam renang yang juga ada di sana. ya sudah, lumayan gratisss tisss tisss tisss. tapi mamie tidak bisa ikutan walaupun dari rumah sudah pakai baju renang, karena tidak ada yang pakai baju renang di sana. banyak ibu-ibu yang ikutan berendam (ternyata bukan berenang), namun pakai baju lengkap. inilah liputannya
ada sekitar tiga jam lebih kita di sana. badan papie sampai terbakar matahari, rasanya gatal dan pedih. bahkan hingga seminggu baru hilang gatalnya.
setelah berendam di sungai ciliwung, naik ke atas ada bangunan mirip bangunan rumah tradisional china. di sana ada toiletnya, kami bilas dan ganti baju di sana.
keluar dari situ langsung disambut oleh wahana air yang berupa perahu dayung tanpa mesin, perahu bermesin berbentuk ban yang dikendarai oleh nahkodanya, saat-saat tertentu diputar-putar perahunya, takut tapi menyenangkan. dan yang terakhir adalah perahu kayuh. didayung dengan cara dikayuh seperti sepeda. dayungnya berbentuk roda dan bersirip. seperti juga wahana mobil panda, saat bermain perahu tidak ada yang photo, jadi tidak bisa menampilkan photo juga. kalaupun ada itu photo kloss ap mamie dan papie, tidak kelihatan perahunya.
selesai di wahana air, turun lagi ke bawah, bertemu bombomcar yang bayar Rp. 5.000,-, aji segera minta naik lagi. sementara papie melihat ada tukang rujak tumbuk (rujak beubeuk). beli dulu rujaknya, minta yang pedas. setelah berendam lebih dari tiga jam, terbakar matahari, berputar-putar di perahu. sekarang semua rasa pusing itu segera hilang setelah mencicipi rujak, satu sendok saja. pedasnya minta ampun. ini bombomcar terakhir yang dinaiki aji.

selesai main bombomcar, segera kami ke bawah, kembali menaiki mobil berbentuk binatang. kali ini berbentuk rusa. ternyata wahana ini sudah tutup, namun masih menyediakan mobil untuk keliling. dan ternyata lagi, yang naik kali ini membayar dengan uang tunai ke supir. kami kebetulan punya tiket yang tidak sempat diberikan ke supir pada saat naik pertama kali, hanya memberikan tiket itu ke supir rusa. supirnya sempat bengong, namun tidak protes. kami turun di tengah perjalanan, tepatnya di sebelah parkiran motor. lumayan tidak perlu jalan jauh.
ambil motor yang ternyata lapangan parkir sudah kosong melompong, tersisa hanya sekitar empat atau lima motor dari sejumlah ratusan saat kami datang tadi. abang aji langsung menghabiskan sisa makanan yang belum sempat habis tadi di pinggir sungai ciliwung. selesai makan secara darurat di parkiran motor, abang aji kami kondisikan untuk duduk di tengah antara papie dan mamie, denganpertimbangan abang aji pasti tertidu. benar saja, baru keluar parkiran, langsung teler.
keluar dari parkiran masuk jalan kecil tembus ke jalan utama. ternyata sedang diberlakukan satu arah. jadi hanya bisa turun ke bawah tidak boleh naik. ya sudah, motor diarahkan turun. selepas baranangsiang, melaju ke warung jambu, belok kiri. abang aji yang sudah terbangun minta melewati jalur kereta api dan tidak masuk terowongan karena ingin melihat kereta api melintas. apa yang terjadi, ternyata kendaraan tidak bisa melintasi jalur kereta api karena ditutup. jadi hanya bisa memutar balik arah saja. terpaksa putar balik kembalil ke warung jambu, kembali lagi putar balik ke arah Parung, namun kali ini melalui terowongan.
sebenarnya sudah sejak keluar dari taman matahari tadi, papie berencana untuk makan malam di yogya. jadi mampirlah kami di sana, setelah parkir motor, papie ke seberang jalan, beli air minum dalam botol (aqua) ditambah beli gorengan yang sedang mangkal. kemudian kembali ke yogya. di depan pintu masuk sedang ada gelaran buku yang katanya murah. abang aji minta beli buku mewarnai yang berisi gambar kapal perang.
setelah beli buku masuk ke dalam, bingung milih makan. akhirnya ke restoran cepat saji. selesai makan langsung pulang. sampai rumah langsung tidur.
apakah ‘kakak’ ‘tante’ ‘ ‘bunda’ ‘oom’ ‘pakde’ ‘bude’ dan teman-teman aji lainnya pernah ke taman wisata matahari ini, atau minimal ke puncak ?? ceritain dunks
Berbagi