mudik tahun ini tidak banyak beda dengan tahun kemarin. hanya saja tahun ini banyak sekali hujannya. tempat yang didatangi pun tidak jauh untuk ukuran pemudik yaitu Kemayoran dan Depok. dua kota kecil yang berada di lingkaran kota besar bernama Jakarta. dan anomali mudiknya adalah dari kota kecil ke kota besar. karena kebetulan berdomisili di Parung yang notebeneh adalah sebuah wilayah kecil dan terpencil dari sebuah kabupaten yang juga kecil bernama Bogor.
kendaraan yang digunakanpun masih sama. sepeda motor, kendaraan segala suasana. penumpang masih sama. kami bertiga sebagai satu keluarga bahagia. yang membedakan dari mudik tahun ini dibanding mudik tahun-tahun sebelumnya adalah secara kasat mata tahun ini tidak panas. bukan saja sejuk tapi juga basah kuyup. sepanjang perjalanan hujan tak henti-hentinya menyapa kami. dari sekedar menjawab sapaan sang hujan hingga asyik masyuk ngobrol dengan sang hujan sampai menggigil kedinginan.
entah mengapa hujan turun tak kenal waktu. entah mengapa kami mudik tak kenal cuaca.
hal berbeda lainnya adalah ramadhan tahun ini abang aji sudah menjalani ibadah puasa poll sebulan penuh. definisi poll adalah sahur, minum susu pukul 12.00 kemudian berbuka bersama pada saat maghrib. tapi sempat juga selama tiga hari tidak berturut-turut abang aji benar-benar puasa dari sahur hingga maghrib. padahal usianya baru 5 tahun setengah. bukan hal yang mudah mengajarkan berpuasa kepadanya. yang kami ajarkan masih dalam taraf jasmaniah yaitu tidak makan dan tidak minum di siang hari. pernah saking hausnya setelah bermain, abang aji minum air bak yang ada di kamar mandi. kasihan sekali dia. kami khawatir akan jatuh sakit. tapi alhamdulillah, Allah berkehendak lain. abang aji sehat hingga sekarang.
kendaraan yang digunakan hingga sekarang masih sehat walafiat, karena memang selalu diservis setiap bulannya. padahal sudah sejak tiga tahun yang lalu diniatkan untuk diganti. mulai dari ingin ganti dengan type terbaru, hingga terpikir untuk upgrade ke roda empat. tapi apapun itu jika belum diijinkan oleh sang Maha Kuasa, tidak akan terwujud. hingga kini.
mudik tahun ini masih sama seperti tahun kemarin. silaturahmi yang dilakukan masih sama seperti tahun kemarin. uang yang didapat abang aji dari hasil keliling kampungpun tidak jauh beda dengan tahun kemarin, hampir mencapai setengah jut… sebuah pencapaian fantastis dari seorang anak kecil pada rentang waktu tidak lebih dari setengah hari. kami para orang dewasa iri. tapi tidak mau jadi anak kecil lagi, karena setelah itu pasti puber lagi, kemudian jatuh cinta lagi, putus cinta lagi dan yang paling menyakitkan adalah menjadi dewasa lagi.
cukup sekali menjadi dewasa kemudian mati.
mudik berarti menginap di rumah mertua. tidak nyaman, karena harus jaga sikap. tapi mudik juga berarti menginap di rumah orang tua. enak bisa tidur seharian, walau diganggu oleh pendamping setia yang kepinginnya jalan-jalan terus. ,,males,,
mudik tahun ini…………………. begitulah